Mencari Ketenangan di Kesunyian Malam

Oleh : Muhammad Irfan Firdaus

Memaknai kesunyian malam

Memaknai kesunyian malam

Renungan penuh hikmah, renungan hidup penuh manfaat, renungan hati penuh makna, renungan malam penuh tujuan, renungan harian penuh arti, renungan cinta menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, renungan Islam penuh berkah, karena renungan adalah sarana yang tepat untuk introspeksi diri, karena renungan bisa sebagai motivasi hidup, dan untuk inilah aku tulisakan catatan renungan hidupku sebagai pengingat diri. Di keheningan malam ini, saat bulan purnama menyinari bumi, aku merasa ingin sekali menuliskan sesuatu tentang catatan renunganku saat sepertiga malam ini. Semoga catatan renungan ini banyak membawa hikmah dan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan tak lupa untuk sahabat-sahabatku. Dan sebagai pedoman hidupku bahwa renungan adalah awal dari petualangan dan perjalanan hidup, bukan sebagai akhir dari usaha dan ikhtiar kita.

Setiap orang akan berbeda dalam menyikapi berbagai gejolak hidupnya. Menyikapi hidup dan kehidupan terkadang gampang-gampang susah. Gampang untuk bicara, susah untuk dijalankan. Adakalanya kita bisa berpikiran jernih sehingga semuanya nampak indah, dan adakalanya hati kita dalam keadaan gelap sehingga keluh kesah pun tak dapat dihindari. Keluh kesah dan ketenangan silih berganti menyelimuti perjalanan hidup kita. Dan semuanya sudah menjadi hukum Allah bahwa kehidupan ini memang selalu berputar dan berpasang-pasangan, yang menjadikannya sebagai ujian, pelajaran, cobaan dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.

Manusia dengan perbedaan cara pandangnya, selalu menanti kehadiran masa-masa yang tenang sehingga bisa menjadikannya sebagai sebuah kebahagiaan dan ketentraman yang dalam. Masa-masa yang tenang ini akan sangat berdampak pada penjernihan akal dan pikiran manusia. Tetapi tidak sedikit pula manusia yang dapat merasakan ketenangan hati dengan tidak terpengaruh tempat dan waktu. Bagi mereka, suasana ramai maupun sepi, malam ataupun siang, semuanya sama karena sudah terpancar sinar ketenangan dan kedamaian dalam hatinya. Sungguh beruntung orang yang memiliki tipe seperti itu.

Lain dengan mereka, lain pula dengan diriku. Aku termasuk orang yang sangat menikmati kesunyian malam. Bagiku, suasana malam menjelang pagi adalah masa-masa yang selalu indah untuk aku nikmati, sungguh suasana yang sangat menenggelamkan segala kegelisahan dan kekacauan pikiranku. Teringat akan masa lalu yang penuh kebahagiaan bersama orangtua dan saudara kandungku, teringat akan masa kecilku saat bermain bersama sahabat-sahabatku, teringat masa penuh keceriaan bersama kawan-kawanku semasa sekolah. Terkadang semuanya membuat hati larut dalam kerinduan yang dalam.

Aku semakin percaya bahwa memang benar Allah memuliakan sepertiga malam terakhir bagi orang-orang yang hendak beribadah kepada-Nya. Saat itulah diri kita merasa sendirian kecuali Sang Khalik yang selalu terjaga dan menemani kita. Saat itulah diri kita merasa bukanlah apa-apa, terlalu kecil diri kita dihadapan Allah tetapi akan menjadi mulia bila kita mampu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. Ketenangan dan kedamaian hatiku terasa memuncak manakala aku mendapatkan sepertiga malam yang penuh keberkahan dan ampunan-Nya. Tiada waktu yang paling indah bagiku kecuali di sepertiga malam terakhir itu.

Dan alangkah beruntungnya jika kita bisa memanfaatkan sepertiga malam itu untuk melakukan ibadah kepada Allah yang telah menciptakan kita, memohon ampunan-Nya serta mensyukuri atas segala karunia-Nya. Akan tetapi segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah, tentunya tidak akan pernah terlepas dari godaan syaitan laknatullah. Mereka menggoda manusia untuk malas bangun malam, mereka lebih menyukai manusia yang tertidur lelap dengan mimpi indahnya, mereka senang bila manusia tertidur pulas dengan selimut hangatnya. Itulah tipu daya syaitan laknatullah agar manusia tidak mengambil keuntungan besar dari sepertiga malamnya.

Segala kondisi adalah tantangan dan setiap masa adalah cobaan, namun di balik itu terdapat hikmah yang besar untuk orang-orang yang berpikir. Berpikir untuk menjawab semua tantangan, berpikir untuk teguh dalam menghadapi cobaan. Namun bagiku kesunyian malam tetaplah sebuah ketenangan yang sesungguhnya, penuh hikmah dan pahala. Lain orang lain pula cara mencari ketenangannya, dan aku selalu berharap mendapatkan ketenangan di kesunyian malam yang berujung kebahagiaan di panasnya siang.

Makna Hidup
*** Indahnya menjadikan hidup lebih bermakna ***


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Print this article!
  • Yahoo! Buzz
  • E-mail this story to a friend!
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
  • feedmelinks
  • LinkedIn
  • co.mments
  • MyShare
  • Slashdot
  • Socialogs



50 Responses to “Mencari Ketenangan di Kesunyian Malam”

  1.   abrus on Januari 12, 2010 1:08 PM

    Wowww … postingan yang mencerahkan Makna Hidup … :D

    Hidup ini sebuah perjalanan menemui Sang Khaliq … suka, duka, cobaan, aral melintang, hadir gonta ganti … :P … salam kenal …

    Sahabatku Abrus : Terima kasih Sahabat, sudah sudi mampir di blog sederhana saya, apa yang Anda utarakan memang benar. Makasih masukannya! Salam kenal juga, sukses selalu sahabatku!

  2.   sunflo on Januari 12, 2010 6:03 PM

    aq juga Zap…. aq adalah pecinta langit malam dan perindu malam-malamNya… entah kenapa aku suka malam, karena dengan malam, aku bisa bercermin dan bisa semakin dekat denganNya…

    Sahabatku Sunflo : Wah..ternyata saya mempunyai kesamaan dalam mencari ketenangan dengan miss Sunflo. Sulit mendapatkan ketenangan disaat siang, terutama di kerjaan…Tapi itulah yang harus kita lakukan, karena keringat kita adalah tetesan pahala-Nya bila kita ikhlas. Tapi memang benar Non, bagi saya pribadi ; kesunyaian malam adalah obat kepenatan di siang hari dan waktu yang baik mencari sebuah ketenangan jiwa, Allahu ‘Alam bi Showab

  3.   melly on Januari 12, 2010 8:01 PM

    malam itu sahabatku
    dengan malam sepertinya otak bisa berfikir dengan tenang :)

    Sahabatku Melly : Insya Allah saya pun merasa demikian Jeng…saya sendiri termasuk yang kurang suka kebisingan, dan idealnya sih..baik siang maupun malam harusnya sama, apalagi aktivitas kita kebanyakan di siang hari ya? Sukses selalu buat Jeng Melly

  4.   bintangtimur on Januari 13, 2010 7:52 AM

    Saya juga sangat menikmati kegelapan dan kesunyian malam, Zapira :)
    Rasanya semua masalah tertinggal di siang hari, malam adalah waktu kita untuk introspeksi agar selalu bersyukur buat semua karunia-Nya…
    Malam juga yang membuat saya leluasa berdialog dengan Sang Pencipta, karena keheningan itu, memberi saya kedamaian yang luar biasa.
    Rindu teman dan keluarga?
    Saat itu adalah saat yang tepat juga untuk mengingat mereka :D

    Sahabatku Bintang Timur : Wah Bintang Timur juga sama ya…senang menikmati kesunyian malam. Benar mbak Irma, kesunyian malam lebih bersahabat untuk saya dalam introspeksi diri serta mendekatkan diri pada Sang khalik. Smoga kita bisa memanfaatkan kesunyian malam untuk beribadah kepada-Nya, Amin.

  5.   matanaga on Januari 13, 2010 2:29 PM

    setuju.. makna kesunyian, keheningan malam
    tapi panasnya siang lebih menguntungkan bagi para buruh cuci, hehehee..
    tempat yg indah & numpang baca-baca ya? ;)

    Sahabatku Mata Naga : Terimakasih sahabatku Mata Naga, memang benar sahabat, panasnya siang lebih menguntungkan bagi para (maaf) buruh cuci….termasuk saya yang hanya sekedar tukang sapu….kalau malam-malam nyapunya…mungkin banyak kotoran yang terlewat ya…he..he.. Makasih sahabat atas kunjungan baliknya…Oh iya silahkan baca-baca..tulisan yang sederhana namun semoga ada sedikit manfaat. Sukses buat Mata Naga…

  6.   koncodolan on Januari 14, 2010 3:34 AM

    zapira salam kenal y..
    saya spendapat dgn kamu,
    saya menulis komen ini jg dlm kesunyian malam,…

    Sahabatku Bryan : Salam kenal juga Mas Bryan, wah suka kesunyian malam juga ya..? Saya sudah kunjungi balik, bisnisnya bagus juga, saya juga ingin berbisnis tapi belum ke arah serius, do’ain aja ya! Kapan-kapan mampir lagi ya! Sukses buat Anda.

  7.   Dewi Yana on Januari 14, 2010 7:30 AM

    Assalamu’alaikum,
    Nabi Muhammad Saw bersabda : Pada tiap malam Allah Swt turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia. ( HR Bukhari dan Muslim. (Dewi Yana)

    Sahabatku Dewi Yana : Wa’alaikumsalam, Terima kasih sahabatku, masukan yang sangat berharga. Ajari saya sahabat! Semoga mbak Dewi sering mampir kemari untuk saling berbagi dan melengkapi tulisan sederhana saya dengan dasar hukumnya. Saya sudah link blognya ya..Mbak Dewi, sukses buat Mbak Dewi!

  8.   atlet on Januari 14, 2010 4:06 PM

    yah saya sngat setuju….
    saya bisa menenangkan hati di kala malam,dan saya merasa mahluk yang tidak ada apa2nya dikala sendiri…

    Sahabatku Atlet/Anja : Terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana saya, mungkin mas Anja masih sama seperti saya yang merasa ada ketenangan di kala malam dan selalu merasa tidak ada apa-apanya diri kita kala kita mengingat kepada-Nya. Nantikan kunjungan balik saya ya! dan kapan-kapan mampir lagi ya! Sukses selalu buat sahabat!

  9.   ayah ranggasetya on Januari 14, 2010 4:17 PM

    Maaf yang kurasa justru berbeda. Heningnya malam ternyata tak membawa kedamaian. Insomnia dari waktu ke waktu menggerogoti pikiran. Kesepian terasa begitu menyayat. Sunyinya hati sebenar-benarnya sunyi. Dan hampa.

    Aku ingin terus mengingat-Nya, tapi aku merasa telah jauh dari-Nya.

    Sahabatku Ayah Rangga Setya : Terima kasih atas kesudian Ayah Rangga mampir di blog saya dan meninggalkan komentarnya, yang menambah perbendaharaan ilmu saya. Saya berharap, siang maupun malam dapat membawa kedamaian bagi Ayah Setya. Saya juga pernah mengalami insomnia, mungkin ada hikmah dibalik semuanya untuk memanfaatkan waktu mendekatkan diri kepada-Nya dan terus mengingat-Nya. Saya pernah mengalami insomnia yang berkepanjangan, tapi alhamdulillah semuanya menjadi hikmah. Kegelisahan, kecemasan, kekacauan pikiran, menurut dokter ahli merupakan bagian dari penyebab insomnia. Sekali lagi saya berharap dan berdoa, mudah-mudahan Ayah Setya dihilangkan dari Insomnia yang mengganggu, diberikan ketenangan dan kedamaian jiwa setiap saat dan setiap waktu oleh-Nya, Amin. Sukses selalu Sahabat! dan saya usahakan kunjungan baliknya.

  10.   cow on Januari 14, 2010 4:53 PM

    saya juga senang jika harus begadang di malam hari terutama buat ngenet hehehe

    Sahabatku Cow/Candra : Terima kasih sahabat atas kunjungannya, dan kapan-kapan mampir lagi ya..untuk saling berbagi. Mudah-mudahan begadangnya membawa manfaat dan saya percaya mas Candra orang yang pandai memanfaatkan waktu walaupun menyebutnya begadang, terutama mencari ilmu dengan ngenetnya..Tapi hati-hati..begadangnya jangan sampai perut kosong ya…nanti masuk angin..he..he..Sukses buat Mas Candra! Salam kenal.

  11.   vany on Januari 14, 2010 10:27 PM

    selamat malam…
    mumpung di kesunyian malam saia mampir ke sini utk mendapat pencerahan…
    kalo saia suka semuanya siyh…
    siang dgnkn utk beraktivitas dan malam utk medekatkan diri pd Tuhan… :)

    btw, ini manggilnya mas aa (sensor dikit..by zapira) atau mbak zapira ya? :D

    Sahabatku Vany : Selamat malam juga sahabat, terima kasih mampir lagi..udah lama juga enggak mampir kemari…kenapa? Oh enggak ada jamuannya ya? Iya dech…entar saya siapin minuman ringan dan cemilannya…biar sering mampir kesini..he..he..Makasih udah berbagi…saya senang bila kita bisa saling mengisi dan mengingatkan…Wah masalah mendapatkan pencerahan, catatan sederhana saya mungkin belum bisa mencerahkan mbak Vany, tapi saya berharap catatan sederhana saya bisa mengingatkan diri saya ke arah yang lebih baik, kalaupun ada benarnya dari tulisan saya, itu semata-mata dari Allah, dan bila ada keburukan di catatan saya, itulah saya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kehilafan.
    Mbah Vany, mohon maaf komentarnya ada yang saya edit sedikit ya…panggil saja
    Zap..nanti juga tahu siapa saya…ceileeeh kayak orang penting aja ya…! Saya senang berbagi tapi belum siap untuk publikasi, saya masih harus banyak belajar dari para senior seperti mbak Vany dan sahabat lainnya.

  12.   Dalam diam tetap Bicara on Januari 14, 2010 11:47 PM

    Aku ingin lakukan seperti ino, bangun di sepertiga yg akhir dan diwaktu yg mustajab itu aku berdoa akan semua kebaikan …

    tapi kenaa itu masih sulit aku lakukan :(

    Sahabatku Mas Ari : Alhamdulillah saya dikunjungi Mas juga, senang banget rasanya dikunjungi Mas Ari. Sahabat, saya justru menemukan Anda sebagai orang yang banyak belajar dari semua hal dan saya mungkin harus belajar banyak dari Mas Ari, diamnya orang yang cerdas tentu berbeda dengan teriaknya orang yang (maaf) bodoh, termasuk saya. Apa yang sahabat dambakan tentunya dambaanku juga yang berusaha ingin memanfaatkan keheningan malam untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Catatan saya hanya sebatas mengingatkan saya untuk lebih semangat memanfaatkan malam sebagai waktu mencari jatidiri saya yang tugas utama hidup kita adalah untuk beribadah. Kita sama-sama belajar dan menuju kesana Mas Ari! Semoga keinginan kita terkabul, Amin.

  13.   bhamz on Januari 15, 2010 6:18 AM

    Sepertiga malam yg terakhir adalah waktu yg paling utama. Sungguh beruntung bila kita bisa memanfaatkan untuk mendekatkan diri dg Sang Khalik.
    Moga kita bisa ya…
    Salam,

    Sahabatku Kang Bhamz : Moga Kang Bhamz sehat. Iya Kang bhamz, beruntung sekali bila kita bisa memanfaatkan sepertiga malam terakhir itu untuk mendekatkan diri pada Sang Khalik. Tapi yang namanya ibadah itu ya Kang, godaannya luar biasa besarnya. Tapi kalau niatnya sudah mantap sih…pasti jadi terbiasa ya Kang Bhamz. Oh iya..beberapa terakhir ini saya agak kesulitan akses ke blog Kang Bhamz, kenapa ya Kang? Salam kembali sahabat.

  14.   ayah ranggasetya on Januari 15, 2010 11:41 AM

    Oh terima kasih, anda membalas komentarku dengan sangat-sangat bijak. Jujur aku terharu membacanya. Senang rasanya dapat mengenalmu.

    Salam kenal,
    Dedes Sudiyanto

    Sahabatku Dedes Sudiyanto : Terima kasih juga Sahabat, kita sama-sama sedang belajar menyikapi hidup dengan bijak. Komentar saya hanyalah komentar orang bodoh yang seharusnya belajar banyak dari Anda. Mas Sudiyanto sudah membuktikan kreativitasnya dengan serius membuat novelnya. Saya percaya, kegigihan Mas akan berbuah kepuasan dan kebahagiaan, asalkan semangatnya tetap dijaga. Memulai dengan sesuatu yang baru dalam hidup kita adalah peluang meraih keberhasilan suatu saat nanti. Saya mendo’akan untuk kesusesan Mas Sudiyanto, tetaplah bersabar dan berusaha menjaga kreativitas dan keahlian yang sudah jelas nampak. Saya juga senang mengenal Anda. Semoga Allah selalu bersama Anda dan Keluarga, Amin.

  15.   miyan on Januari 15, 2010 4:55 PM

    pengen pisan tapi mungkin karena badan terlalu kotor dan tiupan syetan terlalu kaut erkadang saya terlelap hingga subuh

    semoga sehat selalu baut keluarga

    ayo UPKP siapa tahu bisa makin dekat ….
    jangan dekat sumatera tapi hahahaha

    Sahabatku Om Iyan : Sama-sama Sahabat, saya juga ingin meraih kesempatan itu. Kita berusaha saling mengingatkan aja ya Om! Sudah terlalu banyak urusan duniawi yang kita urus, dan sangat beruntung kalau kita bisa memanfaatkan sepertiga malam terakhir itu untuk mendekatkan diri kepada-Nya. He..he.. Om Iyan badannya terlalu kotor, emang habis dari sawah ya Om…? Nyangkul terus sih Om Iyan mah…keasyikan nyangkul kali ya..he..he..sensor ah…!
    Salam juga buat keluarga sahabat dan jangan lupa salam sama Mamahnya Om Iyan ya..dari AI sekeluarga! Kapan kita kumpul di CRT?
    Wah UPKP nya kelaut aja dech Om, saya memilih jadi rakyat biasa aja. Tapi Om Iyan harus ikut ya..jangan sampai ketinggalan! Dan banyak berdo’a, jangan-jangan habis UPKP jadi AR di Papua..he..he.. Semoga Sukses Saudaraku!

  16.   fanabis on Januari 16, 2010 2:53 PM

    yup. selalu inspiratip postingannya
    thx ya

    Sahabatku Fanabis : Terimakasih banyak sahabat, tulisan sederhana saya ini hanya sebagai motivasi diri ke arah sana dan ingin terus belajar serta berusaha untuk meraihnya, sehingga bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

  17.   Alfaro Lamablawa on Januari 16, 2010 4:31 PM

    mencari makna hidup itu susahnya minta ampun..
    memaknai hidup sebagai anugrah, memberi kita waktu untuk semakin dekat kepada Tuhan.
    kalau saya, memulainya dengan mensyukuri nafas yang Tuhan beri setiap hari.

    Sahabatku Alfaro : Terima kasih sahabat, sungguh bijak perkataan sahabatku ini, ini adalah masukan yang berarti buat saya. Betul sahabat, mencari makna hidup itu susah, tergantung dari mana sudut pandang kita untuk memaknainya dan mau dibawa kemana arah cara pandang kita. Satu keadaan dan peristiwa bisa menjadi beribu makna, semakin kita banyak berpikir, maka semakin banyak pula arti dan hikmah yang bisa kita ambil untuk berusaha dinikmati dan disyukuri serta menjadikannya sebagai pelajaran untuk hari berikutnya.
    Saya sangat setuju dengan perkataan sahabatku Alfaro, memulai menyikapi hidup dengan bersyukur dan memaknai hal yang paling awal. Mensyukuri nafas yang Tuhan berikan setiap hari, adalah wujud penghambaan seorang yang lemah di mata Tuhan dan atas nikmat hidup untuk menikmati anugerah lainnya yang Tuhan berikan pada kita. Terima kasih sahabat, dan saya sangat senang mengenal Anda.

  18.   idana on Januari 16, 2010 4:40 PM

    saya juga mencintai malam…ada banyak bintang yang bisa mendamaikan hati :)

    salam kenal yaa
    thx udah berkunjung

    Sahabatku Idana : Terima kasih sahabat atas kunjungan baliknya dan mau berbagi dengan saya. Mbak Ida pecinta malam juga ya…saya juga pecinta kesunyian malam, namun belum bisa memanfaatkannya dengan baik, semoga tulisan sederhana ini bisa memotivasi saya menuju ke arah sana dan bisa memanfaatkannya untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Benar apa yang mbak Ida sampaikan, ada banyak bintang yang bisa mendamaikan hati, baik dengan bintang dalam artian sesungguhnya maupun bintang dalam konotasi lain. Begitu banyak bintang yang bisa mendamaikan hati saat terlihat di kesunyian malam dan cuaca yang cerah. Dan yang paling utama adalah Maha Bintang “Allah Ta’ala” yang selalu menyinari hati kita sampai ke lubuk hati yang paling dalam saat kita berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga kita bisa memanfaatkan kesunyian malam itu untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Salam kenal juga dan saya senang mengenal Anda.

  19.   faizmizu on Januari 17, 2010 8:44 AM

    nice post, yg terpenting tetap trus meningkatkan kualitas hidup. karena jika hari ini sama dengan kemarin maka kita rugi, jika lebih buruk maka celakalah..

    Sahabatku Faismizu : Terima kasih sahabat atas kunjungannya. Tulisan saya ini sangat sederhana sebagai pengingat diri saya, dan saya berharap pembaca lainnya mau berbagi dengan saya seperti mas Faiz. Apa yang Anda tuturkan saya sangat setuju, perkataan Anda sangat penting untuk dicermati. Untuk bisa membuat hari ini lebih baik daripada hari kemarin saja itu sebuah kesuksesan penting. Meningkatkan kualitas hidup, kuantitas ibadah dan meninggalkan perbuatan serta perkatan buruk, harus dimuali lebih dini lagi agar kepribadian yang utuh tercapai. Senang mengenal Anda dan terus berbagilah dengan saya yang masih awam. Sukses buat mas Faiz.

  20.   UmmuKamilah on Januari 17, 2010 10:35 PM

    Subhanallah. Semoga saya bisa membenahi diri saya agar dapat meresapi tenang dan sunyinya sepertiga akhir dari malam.

    Sahabatku Ummu Kamilah : Senang berkenalan dengan Anda, dan terima kasih kunjungan baliknya serta mau membaca tulisan sederhana saya. Mbak, mari kita sama-sama membenahi diri dan bisa memanfaatkan keutamaan sepertiga malam terakhir itu. Tulisan ini bukanlah gambaran diri saya, namun hanya keinginan diri saya sendiri serta cara memotivasi diri saya sendiri ke arah sana. Dengan niat yang tulus serta tekad yang kuat, Insya Allah kita bisa mengambil hikmah serta pahala di kesunyian malam itu, terutama sepertiga malam terakhir untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya serta memohon ampun kepada-Nya. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, Amin.
    Saya mohon ijin untuk link blog Ummu di blog saya ya! Terima kasih.

  21.   wahyu on Januari 18, 2010 12:18 AM

    aku juga senang saat malam tiba.
    akrena malam itu sepi..dan enak buat introspeksi..berpikir dan menuangkan ide :)

    Sahabatku Wahyu : Terima kasih sahabat atas kunjungannya dan saya berharap Mas Wahyu mau datang kembali untuk sekedar berbagi dengan saya. Mas Wahyu menyukai malam juga ya? Insya Allah selama kita gunakan malam itu untuk hal-hal yang positif, maka kedamaian pun bisa didapat. Dan saya sangat setuju dengan perkataan Mas Wahyu, menjadikan malam yang penuh hikmah untuk introspeksi serta menuangkan ide. Tapi saya pun berharap, siang maupun malam, kapan saja dan dimana saja kita bisa mengambil hikmah dan kebaikan darinya. Senang mengenal Anda dan semoga keberkahan selalu bersama Anda. Ijinkan saya taut link-nya ya? Salam,

  22.   Mata Hati on Januari 19, 2010 2:14 PM

    Salam kenal sesama blogger pemula..

    Sahabatku Mata Hati : Salam bloger juga sahabat….Waduh Mas Ahmad kok bilangnya blogger pemula, Sahabat kan sudah sepantasnya menjadi senior saya, kalau saya asli 100% blogger pemula, yang hanya baru bisa pijit keyboard. Makasih kunjungannya ya! Insya Allah saya akan berkunjung ke blog Sahabat, dan ingatkan saya bila lupa mengunjungi! Senang mengenal Anda, dan ijinkan saya bertaut link ya?
    Sukses selalu buat Anda, semoga hari-harinya selalu menyenangkan dan membawa berkah, Amin

  23.   liudin on Januari 26, 2010 6:51 AM

    saya adalah penderita insomnia. jadi sudah sangat akrab buat kesyunyian malam.
    entah mengapa ketika malam hari pikiran semakin fresh untuk menjawab tantangan hidup yang ada didepan mata.
    buat ibadahnya…. saya baru melakukan rutinitas seminggu sekali sholat sunnah. ini sich agar saya tidak terlalu membebani diri. bukankah islam itu adalah agama yang mudah…lakukan yang wajib dulu, kalo udah merasa mampu tambahkanlah sunnah yang menurutmu ringan. yang pentingkan dijalankan dengan ikhlas.
    semoga ini akan menjadi kebiasaan yang terus ada (Amin)

    NB: oh ya… mbak mohon disebarkan situs yahudi yang memakai nama domain islam

    * http://www.answering-islam.org

    * http://www.aboutislam.com

    * http://www.thequran.com

    * http://www.allahassurance.com

    Sahabatku Liudin : Wah…mas Liudin mah sudah terbiasa dengan kesunyian malam ya….Alhamdulillah. Kalau saya sih kadang mau bangun saja susah apalagi harus shalat malam….Saya senang mendengarnya…insya Allah nanti juga saya ingin belajar memanfaatkan kesunyian malam untuk beribadah kepada-Nya, Amin.
    Soal situs diatas, insya Allah mudah-mudahan pembaca lain dapat mengenalnya, syukur-syukur saya dapat mengingatkan sahabat-sahabat saya. Terimakasih informasinya ya.. sahabatku!

  24.   ana on Januari 30, 2010 5:43 PM

    y sayng skali..ak kini sdh istiqomah dg damainya senja ketika matahari sdh mningglkn kuasanya.ketika itu pula sejuk embun dan silirnya mlm sdh terasa dihati..sungguh keheningn mlm yg damai.

    Sahabatku Ana : Alhamdulillah bila kini mbak Ana telah merasa Istiqamah dengan damainya. Saya merasa bahagia bila saudara dan sahabatku telah menemukan kedamaian hidupnya. Semoga kita semua bisa menyikapi semua ini dengan keimanan dan ketaqwaan pada-Nya dan selalu menggenggamnya dengan kuat dalam jiwa kita. Allah Ta’ala akan senang bila kita meminta dan Allah Ta’ala akan menambah nikmat kita bila kita terbiasa mensyukuri segala nikmat-Nya. Semoga kita semua bisa memanfaatkan kesunyian malam (sepertiga malam terakhir) untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan memohon apapun yang kita inginkan.
    Kedamaian hidup akan berawal dari kedamaian hati, bila hati telah damai, maka Insya Allah kehidupan kita pun akan terasa damai dan mudah untuk dijalaninya, Allahu ‘Alam bi Showwab.
    Sukses selalu buat mbak Ana!

  25.   Sekolah Cikal on Maret 1, 2010 11:48 PM

    Saya setuju sekali dengan blog anda

  26.   LELY LJA,..MATARAM on April 12, 2010 2:38 PM

    Saya stuju pndapat anda,…
    Tetapi,….
    Ketenangan menurut saya,..ketika kita merasa dekat dengan Allah,..jadi mau pagi atau malam bagi saya sama saja,..tergantung kita bagaimna cara untuk mendekatkan diri pada Allah sehingga kita bisa mendapat ketenangan dan ke Ridhoan serta RahmadNya,..karena kalau kita telah dekat dengan Allah,..maka ketenangan dan kebahagian pasti selalu menyertai kita,..mau tenang dekatlah pada Allah,..Semoga kita semua termask orang yg disayang dan dekat dng Allah Ta’ala,..AMIN>…

  27.   luqman on Mei 1, 2010 2:50 PM

    Syukur alhamdulillah trnyat. q bisa menemukan di posting ini arti malam, meski meski masih brusaha malam-malam brikutnya mnjadi lebih dalam brmakna?

  28.   devy on Mei 12, 2010 9:56 PM

    bagaiman cara menghadapi org yg keras kepala sehingga menggau pikiran kt,hati kt..

  29.   putri on Juni 19, 2010 11:03 AM

    saya pun selalu menemukan ketenangan disepertiga malam..rasanya damai saja…tak bs di gambarkan…saya merasa itula saat2 sy bebas “bercerita” sm Allah…:)

  30.   Agus on Juni 20, 2010 11:59 PM

    Sahabat, sungguh sangat luar biasa makna tulisan ini. AKu pernah merasakan hal yang sama sewaktu diriku masih duduk di bangku SMA, hal itu tidak bisa lagi kurasakan hingga detik ini…… aku berusaha untuk bisa kembali menikmati sepertiga keheningan malam seperti dulu lagi… tapi hati ini makin terasa jauh dengan Tuhan… Sahabat mohon untuk bisa berbagi tips2nya karena aku juga kangen dengan suasana keheningan malam ketika hanya Aku dan Tuhanku yang tahu ….

  31.   Roni Cahyadi on Juli 4, 2010 3:38 PM

    Sungguh catatan pemaknaan yang mendalam sungguh indah

  32.   rhina cha yoe on Juli 10, 2010 2:17 AM

    sungguh sepertiga malam yang indah saat itu aku bisa mencurahkan seluruh isi hatiku pada allah,ketenangan jiwa yamg tak tergantikan.

  33.   some one on Agustus 6, 2010 10:49 PM

    jujur.. aku seorang yang sedang bingung akan makna hidup… segala yang terpikirkan oleh u sangatlah indah… namun aku selalu merusaknya.. saat aku ingin berbenah untuk masa depan, aku malah jatuh ke dunia perjudian, minuman, dan nafsu…. semoga Allah SWT memaafkan dosa ku… Do’a kan aku tuk dapat berubah sobat…. karna saat ini sudah ada niatan yang kuat untuk berubah…

  34.   Septian SeSha on Agustus 26, 2010 8:37 PM

    terima kasih kepada Makna Hidup ,, yg tlah meluruskn jalan hidupku ini ,, aku kira setelah berdoa dan berusaha dudah cukup untuk menuju keberhasilan ,, ternyata tidak!!! aku sadar ke2 orang tuaku lah harus di sayang dengan tulus ,,

  35.   Al fakir on Oktober 18, 2010 9:47 PM

    SubhanAllah,Karya yang di persembahkan untukNYA.Aku pun sangat menyukai suasana di keheningan malam,merindu ingin selalu bertemu bersamaNYA,mencurahkan semua.karna aku pun termasuk orang yang sulit berbagi masalah kepada orang lain,cara menyikapinya pun lebih nikmat bila bertemu di sepertiga malamNYA.membuatku tenang,hingga ingin selalu bertemu padaNYA DI KEHENINGAN ANGIN MALAM BERSAMANYA…

  36.   casthazahra on Oktober 19, 2010 11:37 AM

    sedikit susah mencari ketenangan di malam hari..
    bahkan setelah sholat di 1/3 malam terakhir..mau belajar ketiduran..
    bangun jadi gk tenang,,T.T

  37.   saif on Oktober 28, 2010 9:31 PM

    betapa rahman dan rahimnya Allah telah wujudkan ketentraman hdup manusia dari berbagai sisi…

  38.   ijo cakep on Desember 6, 2010 11:22 PM

    setelah membaca artikel ini jadi terharu hebat kata katany …..menjadi semangat untuk melakukan ibadah lebih rajin lagih….

  39.   kyo on Maret 6, 2011 11:44 PM

    di heningx malam….
    Ya Allah,q mahluk paling hina.dosa q tak terhitung,,q tau tak ada ampunan buat q.

    Sahabatku Kyo :
    Apa yang ada dalam benak pikiranku justru seseorang yang merasa dirinya paling hina dan banyak dosa, sesungguhnya insya Allah dialah hamba Allah yang telah Allah bukakan pintu hatinya sehingga ia menyadari akan kekurangan, kelemahan serta merasa mempunyai banyak dosa. Andai saja Allah telah menutup pintu hatinya, tentunya ia akan merasa sombong dan angkuh padahal dosa-dosanya telah menggunung.
    Sebanyak apapun dosa-dosa kita, yakinlah bahwa Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat. Alangkah senangnya Allah tatkala hamba-Nya bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus. Sesungguhnya Rahmat Allah itu maha luas wahai Sahabatku. Janganlah engkau berputus asa akan Rahmat dan Kasih Sayang Allah! Semoga Sahabat termasuk golongan orang-orang yang beruntung, Aaamin.

  40.   Bugoharjo lamongan on Maret 9, 2011 12:03 AM

    Terimakasih

    Sahabatku Bugoharjo :
    Sama-sama sahabat…Saya juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan sahabat di blog sederhana saya. Semoga sahabat selalu mendapat kebaikan dari-Nya, Amin.

  41.   Trisno on Maret 10, 2011 8:24 PM

    Izin kopy… Buat renungan hati

    Sahabatku Trisno :
    Silahkan sahabat….semoga renungan sederhana di blog ini dapat bermanfaat. Sukses selalu buat Anda!

  42.   Midi on April 24, 2011 6:41 PM

    Pertamax

  43.   isam on Mei 25, 2011 2:32 AM

    Alhamdulillah, sungguh bagus artikel ini. Mudah mudahan bermanfaat bagi seluruh umat muslim. Amin. . .
    Makasih?
    by SAM-ASGAR (ASli GARut)

    Sahabat Isam :
    Terima kasih telah mampir di blog sederhana saya dan meninggalkan komentarnya. Saya pun berharap seperti apa yang sahabat mohonkan. Segala keindahan tercipta karena Allah, segala pujian hanya milik Allah. Sukses selalu buat sahabat Isam.

  44.   hery susanto on Juni 24, 2011 8:54 PM

    Subhanallah.sungguh luar biasa,..!saya sangat salut pada anda dan semua tulisan anda sangat berarti untuk saya,mohon izin tulisan anda banyak yang saya copy dan selalu saya baca untuk renungan saya.txs,..berat untuk anda

  45.   Newbie Blogger on Juli 13, 2011 4:29 AM

    aku suka sendiri di malam hari merenung dan memaknai kehidupan bahwa alangkah kecilnya diri ini

  46.   syair on Februari 21, 2012 5:38 PM

    terima kasih buat yg udh nulis,makasih udh mengingatkn sesama, sy akan coba menikmatin malam ,agar bisa mengenalnya..

  47.   idang on April 2, 2012 7:55 PM

    malam sobat,,,,salam kenal,,,dariku,,
    senang membaca blog anda malam merupakan sebuah inspirasi dalam jiwa saya senang dlm keadaan malam,,,,yang sellu menenang jiwa dan raga ,malam merupakan ketengan hari yg abadi ,,,

  48.   m. Bachtiar on Juni 23, 2012 11:40 PM

    saya juga sangat menyukai malam…
    Sebab disitu kita bisa lebih merasa dekat padaNya lain dengan waktu waktu yang lain…
    Kita juga bisa mendaur ulang perbuatan kita disiang hari…
    Salam kenal aja yach…

  49.   m. Bachtiar on Juni 23, 2012 11:47 PM

    diwaktu malam saya juga merasa tenang…
    Merasa sangat lebih dekat padaNya jika menjalankan ibadah sholat malam…
    Saya bisa mengintrospeksi diri dan mendaur ulang kegiatan saya disiang hari tadi…

  50.   endin on Oktober 9, 2012 9:23 PM

    malam adalah pasarnya ruhani

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind


    Mari Bergabung

    Parameter.....