Jauhkan Dirimu Dari Perasaan Minder
MINDER itu adalah penyakit hati…
Jauhkan dirimu dari penyakit ini..!
Seseorang akan merasa minder ketika hatinya kosong, ketika hatinya jauh dari mengingat-Nya, ketika ia benar-benar merasa tak mampu menghadapi segala permasalahannya, ketika ia melepaskan keimanan terhadap qadha dan qadar yang telah ditetapkan-Nya, bahkan ia akan datang ketika hati seorang manusia merasa tidak mampu mensejajarkan dirinya dengan orang lain.
Dalam kenyataannya, banyak sekali orang-orang yang minder dikarenakan status sosialnya, bahkan lebih celaka lagi ketika merasa dirinya tidak dianugerahkan keadilan oleh Allah, semata hanya karena merasa fisiknya kurang bagus. Sehingga rasa minder itu semakin mencelakakan dirinya ketika merasa Allah tidak bersamanya serta tidak menunjukkan kasih sayang kepada dirinya.
Dan hendaknya, seseorang itu harus memiliki keyakinan bahwa Allah tidak memandang bentuk tubuh seorang manusia, atau bahkan rupa sekalipun, melainkan Ia hanya memandang hati manusia, yaitu kesucian dan kemuliaan hatinya. Maka, jika kita mengaku orang beriman, sudah sepantasnya membuang perasaan minder itu dan mengantikannya dengan hati yang bersih dan menerima apa adanya serta merasa cukup dengan apa yang telah dianugerahkan-Nya.
===>
Sebarkan catatan kecil ini agar menjadi kebaikan untuk kita semua…Aamiin.
===>
(Makna Hidup - Muhammad Irfan Firdaus)
BELAJAR MEMAKNAI ARTI HIDUP DAN KEHIDUPAN
Follow @MAKNA HIDUP
Renungan Hati - Lapang Dada Membuat Hati Damai Dan Tentram
Hidup kita di dunia ini hanya sekali saja, sebentar dan belum tentu berumur panjang, sungguh rugi jikalau kita tidak bisa menjaga suasana hati dan jiwa kita ini. Renungkanlah bahwa kekayaan yang sungguh mahal dalam mengarungi kehidupan ini adalah SUASANA HATI selain yang paling mahal adalah kondisi dan kualitas keimanan kita.
Walaupun rumah kita tampak sempit, tapi kalau hati kita lapang maka akan terasa luas. Walaupun tubuh kita sakit, tapi kalau hati kita ceria, sehat, maka akan terasa enak. Walaupun badan kita lemes, tapi kalau hati kita tegar, maka akan terasa mantap. Walaupun mobil kita merek murahan, motor kita modelnya jadul, tapi kalau hati kita indah, maka akan tetap terhormat. Walaupun kulit kita kehitam-hitaman, tapi kalau batinnya jelita, akan tetap mulia dan tampak bercahaya. Sebaliknya, apalah artinya rumah yang lapang kalau hatinya sempit! Apalah artinya makanan berkelas dan segala makanan enak lainnya, kalau hati sedang berkecamuk! Apalah artinya ruangan ber-AC kalau hati mendidih! Apalah artinya mobil mewah, kalau hatinya merana!
Salah satu cara untuk mengatasi perasaan-perasaan seperti ini, adalah kecerdikan kita dalam mengkondisikan hati kita dalam situasi apapun juga, karena hati kita harus selalu siap untuk terkecewakan, karena hidup ini tidak akan selamanya sesuai dengan keinginan kita, karena hidup ini selalu memerlukan perjuangan, karena hidup ini tak selamanya indah, karena hidup ini tak selamanya membahagiakan. Dalam situasi dan kondisi apapun, kita harus siap dengan segala resiko yang terjadi. Dan SUASANA HATI yang damai lagi tentram adalah TAMENG yang sangat berharga dari segala situasi yang mengecewakan diri.
<MIF - RENUNGANKU>
(Makna Hidup - Muhammad Irfan Firdaus)
Indahnya menjadikan hidup lebih bermakna
Buruk Sangka Penghancur Kejernihan Hati dan Pikiran
Oleh : Muhammad Irfan Firdaus
Bismillahirrahmanirrahim….
Catatan kecil pengingat diri saya ini sebelumnya telah saya keluarkan di akun facebook saya. Saya berharap ada hikmah serta manfaat yang bisa diambil dari catatan kecil pengingat diri ini oleh saudara saudariku di dunia maya khususnya.
Buruk sangka…
Siapa yang tak mengenal dan tak pernah merasakan yang namanya buruk sangka?
Ia adalah salah satu jenis penyakit hati yang sering dianggap remeh oleh hampir sebagian insan.
Ia adalah salah satu jenis penyakit hati yang mudah terbersit dalam hati dan pikiran.
Ia adalah salah satu jenis penyakit hati yang mudah tersulut karena kebencian dan kedengkian.
Ia adalah salah satu jenis penyakit hati yang bisa memicu ahlak buruk lainnya seperti ghibah, fitnah dan namimah.
Buruk sangka…
Ia ibarat rayap yang siap merobohkan sebuah bangunan kayu yang kokoh sekalipun.
Ia ibarat virus yang meracuni darah dan siap mematikan fungsi organ tubuh yang lainnya.
Ia ibarat hama yang siap membuat padi menjadi rapuh dan kehilangan isinya.
Continue reading »


