Jadilah Engkau Seperti Tanah Yang Subur
Oleh : Muhammad Irfan Firdaus
?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
Wahai diri yang senantiasa mengharapkan cahaya ilmu,
Jadilah engkau seperti tanah yang subur, tanah yang menjadi lambang kemakmuran, tanah yang mampu menampung air demi kelangsungan hidup, tanah yang mampu menyimpan air demi kesejahteraan, tanah yang mampu mempertahankan kesuburannya, bahkan memberikan manfaat yang besar bagi mahluk hidup di sekitarnya.
Maka, jika ilmu itu ibarat air, manakala ilmu itu datang menghampirimu, engkau harus mampu mengingatnya dalam pikiranmu, berusaha memahaminya dengan imanmu dan mengamalkannya melalui ibadahmu serta menyebarluaskan ilmu yang engkau terima kepada saudara saudarimu dengan kekhlasan dan kerendahan hatimu, sehingga ia akan menjadi ilmu yang bermanfaat dan tentunya menjadi kemaslahatan bagi umat manusia.
Continue reading »
Menguatkan Tekad Untuk Terus Menuntut Ilmu
Oleh : Muhammad Irfan Firdaus
?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim. Kita harus menguatkan tekad untuk terus menuntut ilmu dan pengetahuan. Selain kita bisa menuntut ilmu dan pengetahuan di rumah, pesantren, sekolah atau tempat menuntut ilmu lainnya, kita juga bisa menemukan banyak kiat-kiat belajar atau motivasi belajar yang bisa kita jumpai di berbagai media massa, baik media cetak, media elektronik maupun media internet .
Tanpa ilmu dan pengetahuan kita tidak akan mengetahui siapa diri kita, siapa Allah ‘Azza wa Jalla, dan jalan untuk pulang kepada Allah Sang Khalik. Makin sedikit pengetahuan, makin pahit hidup ini karena tak banyak masalah yang bisa diselesaikan. Oleh karena itu jikalau kita ingin sukses ingatlah janji Allah ‘Allah ‘Azza wa Jalla :
“… .. Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah : 11)
Juga sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Barang siapa yang menginginkan dunia, maka wajiblah baginya dengan ilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka wajib baginya untuk mencari ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat, maka wajib baginya untuk mencari ilmu.”
Continue reading »
Cerita dan Kisah Cinta dalam Sekuntum Cinta Pengantin Surga
Oleh : Muhammad Irfan Firdaus
Apa arti cinta? Apa makna jatuh cinta? Apakah cinta sejati itu? Kisah cinta, tips cinta, puisi cinta, cerita cinta, kisah romantis, kisah cinta sejati, makna cinta, cinta sepasang kekasih, dan banyak lagi hal-hal lainnya tentang cinta yang biasanya dicari kaum muda mudi yang sedang jatuh cinta atau bahkan mabuk cinta, yang semuanya seakan tak pernah padam bagi hati manusia yang telah dihinggapi perasaan cinta dalam hatinya. Pada umumnya, pasangan muda mudi yang sedang jatuh cinta atau bahasa lainnya mabuk asmara sangat menyukai sekali artikel cinta, buku-buku cinta, renungan cinta dan kisah cinta orang-orang shaleh dan shalehah dari berbagai pengarang dan penulis terkenal. Pada kesempatan posting kali ini makna hidup akan menyajikan sebuah kisah cinta dari seorang ulama besar yaitu Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Dalam salah satu kitabnya yang terkenal beliau menulis sebuah kisah tentang sekuntum cinta pengantin surga yaitu sebuah kisah cinta pria shaleh dan wanita shalehah. Kisah ini sebagai pelajaran bagi kita bahwa cinta karena Allah adalah sebaik-baiknya kadar cinta seseorang. Kisah cinta “Sekuntum Cinta Pengantin Surga” ini adalah sebuah kisah cinta yang paling saya sukai dari semua cerita cinta yang pernah beredar dan saya baca. Dan kini saatnya makna hidup ingin berbagi dengan para pembaca setia makna hidup melalui kisah cinta orang-orang shaleh dan shalehah. Silahkan ambil hikmah dari kisah cinta pada postingan kali ini sebagai renungan, pelajaran hidup dan motivasi, semoga sahabat dapat mengambil hikmah yang terkandung dari kisah sekuntum cinta pengantin surga ini yang saya nukil dari kitab Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin.
Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnet. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejap. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya. Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa.
Continue reading »




